Backup, Backup, Backup, sssst..

This is the 1000th times I fallen in the same hole. The issue still same, I forgot to back up. So,this quote laughing at me again “the problem is always come in a right time”.

Last night I went to my Linux PC and goes to my remote server. I would do upgrade my server software. That, I never thought that the upgrade process will be faced with some obstacles. That was not my first time upgrade, I always doing upgrade frequently, the process always smooth too.

The fact, I enter the comfort zone. I forgot that the backup is the No 1 solution.

In the same time I felt like donkey, I felt idiot not doing backup.

And now, here I am, I lost some data. My last back up was January.

Lesson today: do backup frequently, don’t stay in your comfort zone.

0 comments

Sudut Pandang Lain itu …

Lumayan karatan juga ini blog, hampir sebulan gak dibuka, banyak notifikasi update, dll. Ya udah, bukan itu pointnya kok.

Jadi ceritanya tadi gue ketemu salah seorang mahasiswa, ya mungkin kalo dilihat dari fisiknya semester 8 ke atas. Dia ngomongin soal duid, duid, dan duid. Intinya gimana kitanya bikin usaha dan ngehasilin.

Yang gue tangkep, jadi katanya sekolah itu gak perlu tinggi-tinggi, gak perlulah S2, S3, sampe S berapapun itu, yang penting adalah komunikasi dah hearing orang-orang itu buat jadi timnya.

Argumennya,

percuma dia sekolah tinggi tapi masih kerja di orang lain lagi.

Ok, I got the point,

dia memang mandangnya dari sudut pandang perduitan, gaji, dll.

Tapi bukan itu yang gue liat kenapa orang pengen sekolah tinggi-tinggi. Yang gue liat ya kerena mereka punya passion di bidang itu, dan gak mau kalo dia terus diam di titik yang sama.

Mungkin, ini mungkin, pendapat dia ada benarnya juga. Toh manusia namanya juga, gak ada yang pasti bener…

Tapi kalo gue sendiri ditanya alesan kenapa pengen kuliah dan ngelanjutin ke S2 dan S3, alesannya karena gue manusia. Esensi dari manusia itu adalah untuk belajar, istilah kerennnya Human being is all about life long learning.

Alesan lain?

Pengen bisa mandang dunia dari kaca mata yang beda-beda — sangat mungkin kalo gue miss apa yang dilihat orang lain, terus pengen nambah temen-temen yang hebat juga. Ya harapannya, supaya bisa hebat juga dong. Gue yakin kalo orang yang mau belajar terus itu orang hebat.

Hal lain yang gak setuju dari argumen dia, dia masih nganggep bahwa kuliah itu buat ngedapatin skill buat di jual, ya intinya kuliah buat nyari kerja.

Ok, emang bener kok, dan itu kayaknya udah jadi doktrin. Tapi kalo gue sendiri, gue gak sok-sok nyebut buat nyari ilmu juga, tapi alesan gue ya balik lagi, buat ngelihat dunia dari kacamata yang beda (meski gue gak pake kacamata).

Gambar di atas, orang gak bisa ngeliat sudut pandang raja kalo gak ada di posisi raja. Esensinya, kita gak bisa ngeliat sudut pandang kalo gak belajar hal-hal yang baru.

Gambar di atas, orang gak bisa ngeliat sudut pandang raja kalo gak ada di posisi raja. Esensinya, kita gak bisa ngeliat sudut pandang kalo gak belajar hal-hal yang baru.

Sudut pandang, sudut pandang, ngomongin apaan sih?

Gini-gini, Contoh paling simple aja, pas SMA gue meyakini setulus hati raga jiwa bahwa 1 + 1 itu selalu bernilai 2, atau 1 + 1 = 2 — dan itu selalu konsisten…

TAPI,

binaryjoke

pas gue masuk IF, ternyata 1 + 1 bisa diliat dari sudut pandang lain, ternyata 1 + 1 tidak pasti = 2 untuk anak IF, kami harus ngecek dulu 1 itu basis berapa, sukur2 basis 10, nah kalo bukan?? terus apakah tipe datanya angka atau karakter, sukur2 angka, nah kalau karakter?

Contoh lain, sebelum jadi mahasiswa IF juga, ketika gue naik eskalator, liat penjadwalan kapal, trafik light, layar PC, dll, gue ngelihat hal-hal sederhana itu sebagai hal yang biasa dan gue nerima mentah-mentah begitu saja, that’s it.

Dan sekarang ketika jadi orang IF… gue ngeliat hal itu berbeda, gue lebih menghargai hal-hal sederhana itu, karena gue tau betul sulitnya membuat hal yang komplek menjadi sederhana di mata manusia.

Liat saja sekarang smartphone, dulu orang pake keypad buat ngasih input, sekarang orang tinggal sentuh dengan vusualisasi keypad jadul itu di layarnya, dan hebatnya bisa ganti-ganti mode. Dan hal yang sederhana itu ternyata di dalemnya gak sederhana..

So, intinya dari dua contoh itu, setidaknya gue bisa ngelihat apa yang dilihat dari kacamata orang ilmu komputer.

Old lady or young ladiy?

Old lady or young ladiy?

Gambar di atas pun bisa diliat dari dua kacamata, kita bisa bilang itu wanita tua, atau mungkin wanita muda.

Kesimpulannya, buat ngertiin orang, itu gak cukup sama pengertian aja, ya tapi harus belajar juga, harus terus belajar.

0 comments

Belajar Java Programing Hari Ke-1

java book

Sekarang gue mau nilisin catatan gue belajar java dari nol. Background gue C/C++ sama PHP. Harapannya gue gak terlalu sulit belajar Java.

Referensi yang diambil buat belajar Java adalah Udemy dan Java24.

Coding pakai sublimetext atau NetBeans. Di hari pertama ini, targetnya mengenal lexical bahasa Java.

Target belajar Java jangka pendek ini adalah ngebuat game/aplikasi Android.

0 comments

Ganti Skin Blog

Akhirnya setelah hampir setahun, blog ini ganti kulit juga. Sekarang gue mau ngasih beberapa credits untuk pembuat skin yang baru dipake ini.

Eng Ing Eng ! [click to continue…]

0 comments

Making Server Side Auto Back Up using Rsync on Debian 7

cardboard_box

Here I will writing the tutorial how to make auto back up using Rsync. First of all, all you need is sudo users, MTA (me, using exim4), and Rsync of course.

First, you need backup server users that login to produce server without using password. Here I will using id_rsa.pub keys. [click to continue…]

0 comments