Apa Hanya Mengejar Gelar?

Thought

Katakanlah namaya Max, Max adalah seorang mahasiswa di sebiah Universitas. Dia menjalani kehidupan perkuliahannya seperti air mengalir.

Pada suatu saat dia sedang kuliah, ada yang mengganjal di pikirannya.

“Kenapa gue harus belajar ini itu? toh gue kuliah di juruasan X. Nanti juga gue kerja gue yakin gak kepake ilmu itu.”

Pertanyaan gue,

Ada berapa banyak Mahasisiswa yang berpikiran sama seperti Max??

Banyak.

Hampir setiap hari gue nemuin orang-orang yang masih berpikir seperti itu. Bahkan pikiran mereka masih tertutup terhadap hal baru.

Okelah, gue juga akuin. Cuman 10% ilmu saat kuliah yang nantinya kepake di dunia kerja. Tetapi apa kuliah hanya untuk nyari gelar yang nantinya dijual buat nyari kerja?

Untuk Apa Kuliah??

Jujur, sampai sekarang gue juga masih bingung dan belum yakin bener dengan jawaban gue. Tapi gue berpendapat bahwa kuliah bukan sekedar buat nyari kerja atau gue sok-sok ideal jawab “nyari ilmu“.

So, what exactly colloge mean?

Mhh, gue setuju dengan tulisannya Bassham di bukunya yang berjudul “Critical Thinking: A Student Introduction”. Disana beliu menjelaskan bahwa seorang mahasiswa bukan disiapkan untuk menjadi pekerja tapi disiapkan untuk menjadi pemikir yang kritis.

Jika di SMA dulu, seorang siswa menerima materi dengan hanya belajar dari guru atau buku. Untuk collage mereka dituntut untuk menjadi pemikir, artinya kita bisa saja menjadi sumber atau menciptakan sesuatu yang baru.

Kritis bukan berarti terus bertanya, tetapi kita sadar betul bahwa setiap informasi yang kita terima harus benar-benar valid dan akurat.

Caranya?

Dengan menjadi seorang kritis tadi.

Mhhh, gue lanjut di tulisan selanjutnya aja …

Oke, maksud gue gini. Sudah berapa banyak iklan atau promosi-promosi lainnya yang membodohi publik.

Gue kira banyak.

Lantas apa iklan itu efektif? untuk si pemasang iklan iyah. Tetapi untuk konsumen? seringkali kita menemukan konsumen yang berkata.

“Lah kok saya gak bisa seperti itu, kan sudah beli produk itu.”

Nah, itu akibat dari tidak kritis, kalau dia kritis dia pasti mencari tahu dahulu info tentang produk yang diiklankan itu, apakah ada syarat-syarat tertentu atau gimana. Akibatnya, dia merasa dibodohi.

Contoh lain tentang kritis.

Sudah berapa banyak tulisan yang memprovokasi kepercayaan tertentu bahwa negara/bangsa X membenci atau inging menghancurkan kepercayaan tertentu?

Saya sudah membaca lebih dari satu tulisan.

Tetapi yang membuat gue heran, apa tulisan itu bisa dipercaya, sedangkan faktanya saja banyak yang meleset.

Akibatnya? Orang menjadi terprovokasi dengan tulisan itu dan menjadi seorang ekstrimis.

Jadi Buat apa Kuliah?

Nah, disini diharapkan mahasiswa menjadi sebuah jembatan antara orang yang berpendidikan dan yang kurang. Bukannya seorang mahasiswa ikut terprovokasi dengan tulisan/iklan/dll yang kurang akurat itu.

Kenyataanya, masih sedikit mahasiswa yang bisa berpikir kritis dan menjadi pemikir yang baik.

Masih banyak mahasiswa yang menjadikan tujuan kuliahnya adalah sebagai alat untuk mencari kerja. Iyah, salah satu tujuannya “mungkin” memang itu, tetapi esensi dari kuliah adalah membuat orang menjadi pemikir yang kritis. Selanjutnya dia bisa memandang dunia dengan kacamata yang berbeda.

Masih gak ngerti gimana cara mandang dengan kacamata beda?

Baca Perubahan Pradigma.

Leave a Comment