Flash Back 2013

Banyak sekali hal yang terjadi tahun 2013. Saya merasa kalau tahun 2013 adalah tahun yang istimewa. Tahun 2013 adalah tahun dimana saya bisa melihat dunia dari berbagai kacamata. Di tahun ini, selalu, entah bagaimana, ketika menghadapi suatu persoalah, saya melihat masalah itu dari berbagai sudut pandang. Dan hasilnya memang sangat luar biasa.

Pernah ketika menjenguk orang sakit seperti biasanya kita mengucapkan “semoga cepat sembuh”, that it’s!. Bagi saya mungkin itu biasa saja.

Suatu ketika, beberapa hari setelah saya menjenguk orang yang sakit tersebut, saya terkenda Demam Berdarah, Ibu saya Tifus, dan Bapak sakit juga. Kami bertiga merasakan dirawat di rumah sakit secara berturut-turut. Bahkan saya dan Ibu saya pernah satu ruangan. Sebelum saya demam berdarah, I suppose to take care her.

De ja vu! saduara dan teman menjenguk, dan mereka mengucapkan “semoga cepat sembuh”. BOOM! saat itu juga saya melihat hal dari sudut pandang berbeda.

Ternyata, untuk yang sakit. Dijenguk bukan hanya doa, tetapi juga obat. Saya merasa senang ketika ada orang menjenguk, saya merasa bahwa saya masih diingat oleh mereka. Saat saya dalam posisi menjenguk mungkin saya terkesan biasa saja dan pernah menganggap “nanti saja jenguknya” atau “nanti juga sembuh”, tetapi ketika saya sakit saya merasakan hal yang berbeda.

Demikian juga sebelum kejadian tersebut, tepatnya ketika Hari Raya Idul Fitri 2013 ini saya tidak melakukan solat Ied. Saya harus merawat bapak saya yang sakit di rumah sakit. Pernah ketika hari raya Ied beberapa tahun lalu, saya sangat malas untuk tidak solat Ied dan menganggap silaturahmi hal yang biasa saja.

Ketika saya tidak merayakan hari raya tersebut di rumah sendiri. Saya melihat hal lain, ternyata melewatkan idul fitri tanpa saudara itu cukup menyedihkan. Bahkan ketika saya harus mencari makan, sangat sulit untuk hari itu. Karena semua ruko dan warung makan tutup satu hari itu, punya uang satu M pun percumah. Bayangkan saja, ketika orang lain menikmati hidangan hari raya karena sudah berpuasa selama sebulan penuh, saya masih harus berpuasa lagi.

Momen-momen tersebut membukakan mata saya, bahwa sebenarnya saya selalu melihat hal lain dari sudut pandang ideal saya saja. Dari sana saya banyak belajar.

Kegiatan Perkuliahan

Tahun ini juga saya seperti reborn. Saya tidak menganggap semester 1 – 3 sebagai kuliah, semester 4 kegiatan belajar biasa, dan semester 5 saya merasakan apa itu kuliah.

Bagi saya, mata kuliah semester 1 – 3, sangat mudah. Jika kita telah menguasai sains dan matematika SMA, saya jamin tidak sulit. Hal baru bagi saya di semester tersebut hanyalah runtutan penyelesaiyan masalah yang baik dan benar.

Di semester 1 – 2, sebenarnya saya belajar untuk menghadapi SNMPTN. Saya tidak sama sekali fokus kuliah. Saat-saat itu adalah saat dimana saya selalu bingung, optimis, dan putus asa. Saya bingung kenapa saya harus capek-capek kulah sementara saya optimis saya bisa lulus. Tetapi saya juga pernah putus asa karena passing grade saya tidak naik-naik.

Dan ketika saya ujian SNMPTN, saya sangat optimis bahwa saya sudah siap dan bisa lulus. Ujian selesai, dan saya bisa menyelesaikan 70% soal ujian. Ketika pengumjman di buka, saya sangat optimis saya diterima, tetapi ternyata saya gagal lagi untuk kedua kalinya.

Rasa gagal ini adalah yang kedua setelah SNMPTN pasca lulus SMA. Tetapi tidak sedepresi kegagalan yang pertama.

Pasca pengumuman itu, saya mulai bingung lagi. Apakah saya mengambil kesempatan ketiga untuk ujian SNMPTN atau tidak. Selama satu semester saya dibingungkan dengan pilihan itu. Dan akhirnya tidak mengambil,

Saya menata ulang rencana masa depan saya, tujuan saya adalah menjadi seorang programer yang hebat. Lalu saya memilih STEI.

Ketika SMA, banyak orang yang takut untuk mengambil passing grade tinggi. Tetapi karena alasan itu saya justru tertantang memilih itu. Keberanian saya saat itu mungkin bersumber dari selalu lulusnya syaa di pulihan pertama selama TK sampai SMA.

Di perkuliahan, fakultas yang saya ambil adalah fakultas teknik dan ilmu komputer, dan saya mengambil jurusan ilmu komputer. Ketika saya tidak mampu untuk masuk di pilihan pertama, saya berpikir toh saya tinggal melanjutkan, karena sudah ada di jalur yang tepat dengan mimpi saya. Apalagi semasa kuliah, saya termasuk mahasiswa yang di atas rata-rata, IPK sampai 3 semester awal >3.4 dan sekarang masih pada rentang 3.00 – 3.25. Karena alasan itu saya memutuskan tidak mengambil kesempatan ujian ke-3.

Pada semester 4 dan semester 5 inilah saya mulai membuka diri dengan keaadaan saya. Saya mulai belajar hal-hal baru yang tidak saya temukan sebelumnya. Saya mulai enjoy belajar, apalagi dengan matakuliah yang sesuai passion saya.

Hanya ada satu mungkin penyesalan saya di tahun ini. Saya satu kali melakukan plagiarism. Saya sadar itu salah, tetapi karena berbagai tekanan saya melakukan itu. Tidak biasanya saya melakukan plagiarism, saya biasanya idealis dalam mengerjakan sesuatu.

**

Saya sangat excited tahun 2014. Saya yakin saya bisa melakukan banyak hal baru lagi di tahun 2014. Saya sangat optimis di tahun 2014.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.