Memperbaiki Repository Lokal (Indonesia) Deban Squeeze

Ketika gue pakai server lokal, hal pertama yang biasa gue ganti adalah repository. Maklum, bandwidth internasional Indonesia sangat mahal, akibatnya kecepatannya pun terbatas. Selama gue mencoba berbagai server lokal, bandwidth tercepat internasional hanya 900KB/s, biasanya di bawah 400KB/s.

Karena alasan BW itu, gue sangat perlu untuk memakai repository lokal. OS favorit gue, Debian, tidak spopuler Ubuntu. Sedikit repository lokal untuk Debian, apalagi debian Wheezy. Oleh karena itu, gue selalu memilih yang lebih matang, Debian Squeeze.

Repository yang paling gue perlu di Debian selain main dan updates adalah dotdeb. Untungnya Kambing UI menyediakan itu. Terimakasih untuk kambing UI.

Cara gantin repository mudah, cukup ganti /etc/apt/sources.list dengan link di atas. Pastikan untuk backup dulu sources.list yang original.

Jangan lupa download dulu keynya.

Baru setelah ini kita bisa melakukan apt-get update dan apt-get upgrade dengan kecepatan lokal.

Beberapa Target 2014

Setiap awal bulan tahun baru biasanya gue nyusun rencana-rencana untuk satu tahun kedepan. Tahun 2013 kemarin, meskipun beberapa rencana berhasil dan beberapa gagal. Read More