Ketika Mimpi Itu Bangkit Lagi

Mimpi apaan? Jangan bilang ngimpi itu??

well, ada dua tulisan yg buat gue inspired banget dengan kegalauan gue sekarang. Tulisan pertama ngingetin gue soal target dan jalan yang mana harus gue ambil. Tulisan kedua ngomongin soal pengalaman doi ngejalanin idupnya.

Truss … ??

Intinya kalo lo punya mimpi itu, kalo masih ada kesempatan lo harus kejar sampe kesempatan lo abis dan jangan sia2in. Perlu di catet, gak ada seorang pun yang ngalangin mimpi lo kecuali Tuhan.

— AS, Bandung, October, 24 —

Theater JKT48 untuk Kedua Kalinya

Saat itu adalah tanggal 16 September 2012, gue masih pusing dengan suara “ngiang2” malam sebelumnya karena mikirin hari ini. Tepatnya karena gak sabar pengen pergi ke theater JKT48.

Sudah bukan jadi rahasia lagi, untuk mendapatkan tiket kita harus mengirim emai dahulu. Setelah itu, jadi atau tidaknya kita ke theater ditentukan oleh email balasan dari pihak official, baik itu ofc, general, atau far.

Minggu sebelumnya gue ngirim juga, tetapi di sini hoki yang bicara.

Dan untuk show tanggal 16, hoki gue sangat gede. Kenapa? karena mendapat dua email sekaligus. Yang satu ofc dan yang satu general. Di sini gue pengen mastiin kalau official ternyata masih memakai sistem manual dalam pemeriksaan emailnya.

Sadar kalau gue adalah bukan warga asli Jakarta dan tidak memiliki mobil pribadi, maka gue udah ngambil keputusan buat cari jalan yang paling mudah untuk ke FX. Ternyata ada salah satu travel yang menuju FX dan untungnya travel itu gak jadu dari tempat di mana gue tinggal.

… saat di Jakarta

Gue sebenernya agak muak juga dengan kondisi Jakarta, bukan karena macet dan suasana kampanye, tetapi karena udaranya yang panas parah.

Begitu masuk FX gue langsung nyari lantai 4 dimana theater JKT48 ada. Tepat jam 10 pagi gue udah nongkrong di depan theater. Parahnya gak ada satu kursipun buat tunggu di sana, dan kita gak boleh duduk di lantai. Akibatnya? kaki gue pegel kayak kayu yang baru kering.

Nunggu sekitar dua jaman, akhirnya penukaran tiket dibuka. Dan di sini hoki juga bicara, sudah jadi aturan kalau orang yang pertama masuk theater bisa milih tempat duduk, nyatanya gue adalah orang yang ke 3 dari terakhir. Udah bisa ditebak gie duduk di mana.

Menunggu sekitar 20 menitan, akhirnya show JKT48 dimulai. Dibuka dengan overture dan chants dari fans membuat suasana saat itu ramai.

Masih sama seperti pertunjukan theater 18 Mei 2012, hari ini mereka membawakan setlist Pajama Drive milik tim B dari AKB48.

Lagu pertama judulnya shonichi. Untuk lagu dan lain2 gue gak akan ngomongin di sini.

Dua jam yang singkat itu hampir membuat suasana menjadi sedih, kenapa? karena lagu terakhir sudah mulai di nyanyikan.

Ketika show Pajama Drive selesai, semua penonton yang mayoritas adalah cowok2 otaku menunggu member siap untuk melakukan hi-touch. Ketika member sudah siap, para fans mulai keluar dengan tertib. Mereka melakukan hi-touch ke semua member.

Sampai pada giliran gue, ada yang membuat gue spesial terhadap beberapa member. Member favorite gue sendiri di JKT adalah Ayana. Member pertama yang membuat gue inget adalah Delima, dia bener spesial pas gue hi-touch. Alesannya gue tos dua kali dan member spesial yang lain adalah Rica, entah kenapa gue ngerasain banget “sesuatu” pas rica tos dengan gue.

Nah, loh. Delima baris di bagian paling awal dan Rica di barisan terakhir. Apa ini kebetulan??

Selesai hi touch masih ada show 2, tetapi gue belum berani untuk apply show 2. Mengingat takutnya gue jika pulang malam, apalagi dari Jakarta.

Indonesia dan “Masyarakatnya”

Pernah gak liat dorama GTO 2012? Kalau pernah pasti tahu dong betapa canggihnya masyarakat Jepang sana. Guw gak tahu kalo realnya mereka kayak gitu atau nggak.

Oke, anggaplah kalau realnya begitu.

Gue bener-bener salut dengan Jepang. Meskipun teknologinya udah canggih, tapi masyarakatnya sangat menghargai kebudayaannya. Apalagi budaya disiplinnya itu, gue yakin gak ada deh warga sana yang berani buang sampah sembarangan atau ngeludah dimana aja.

Jika ditanya, apa yang pertama kali kepikiran kalo ngomongin Jepang?

Pertama gue jawab anime dan manga, kedua gue jawab Akihabara dan AKB48nya, ketiga gue jawab JAV.

Meskipun ada ganjelannya di JAV, tapi Jepang tetep saja banyak bagusnya. Anime dan manga, itu adalah contoh dua budaya jepang yang mostly peoples in the world love that. Gue yakin itu.

Trus jika ditanya, apa yang pertama kali kepikiran kalo ngomongin Indonesia?

Gue sendiri kepikiran gini, pertama budaya karetnya, kedua anarkis yg mengatasnamakan agama, ketiga DPR dan koruptor. Gue yakin masih banyak hal yang positif, tapi beneran deh yang kepikiran pertama kali itu.

Oke, ini alesan murni opini gue.

1. Budaya Karet
Jujur, dari TK sampe sekarang kuliah gue sering nemuin yang memang sengaja telat masuk kelas, baik itu guru atau muridnya. Gak tau deh, alesan mereka macem2, sampe sekarang gue muak denger alesannya.

TK sampai SD yang gue alamin murid dan guru masih berasa semangatnya, tapi mulai SMP sampe kuliah udah deh.

Jujur, gue sendiri gak pernah nerapin budaya ini dari SMP, bahkan gue sebenernya pengen ngajak mereka buat

“kalo bisa gak karet kenapa nggak?”

tapi perakteknya susah. Kalo aja dari atasnya gak karet, gue yakin murid gak bkln dapet kesempatan buat nyobain budaya karet ini.

2. Anarkis atas nama Agama
Katanya Indonesia itu negara yang paling bisa menghargai perbedaan agama. Iya? Liat kenyataannya, di sebagian daerah, Masik kental dan sangat jelas terlihat bahwa masyarakat sangat sulit menerima peredaan. Bahkan cara yang mereka lampiaskan adalah dengan cara yang ekstrim.

3. DPR dan Koruptor
Aduh, udah cukup deh. Muak ngomongin ini.

Sebelum lebaran perjalanan lewat lingkar nagrek sangat adem dan nyaman, pokonya masih terlihat alami dan perawan.

Tadi pagi pas kesana lagi, jiah dah kaya pasar ikan. Tiap ada yang rame dikit, orang buka lapak. sampe2 udah gak ada kesan2 indah lg.

Ada apa ini? Padahal pos polisi disebelahnya? Apa semudah itu beri izin? atau ada macem2…

Perubahan Pradigma

Kalo pernah baca bukunya stephen covey tau dong yang namanya perubahan pradigma.

Dulu tahun 40-an mana ada orang yang percaya kalo manusia bisa pergi ke bulan, trus tahun 1800-an mana ada yang percaya kalo orang indonesia bisa ngomong langsung sama orang NY, dst.

Tapi sekarang?

Semuanya seakan meng ‘iya’ kan kenyataan tersebut tanpa bertanya kenapa? atau mengapa?

Yah itulah arti dari perubahan pradigma. Dimana kacamata antara orang dulu dan sekarang itu berbeda. Tapi mereka tetep mandang hal yang sama.

Sekarangpun hal seperti ini masih ada, sayangnya beberapa orang ada yang sulit untuk menerima perubahan pradigma tersebut. Pemikiran mereka masih sulit untuk menerima kenyataan tersebut atau pikiran mereka masih tertutup.

Jangankan orang yang “gak sekolah” sekalipun, orang yang sudah ounya “gelar” pun seakan masih “sulit” muntuk melakukan perubahan pradigma.

Oke saya ambil contooh kejadian tahun 98-99 dulu.

Maish inget kan lepasnya timor timur dari NKRI? yah saat itu yang jadi presiden adalah BJ Habiebie. Bpk. Habiebie sebenarnya sudah melakukan langkah yang tepat, dimana beliau melakukan voting terlebih dahulu.

Meskipun kalah voting, sebenarnya kacamata ekonomi Indonesia masih diuntungkan. Indonesia tidak perlu lagi mengeluarkan anggaran untuk daerah yang malah “merugikan”. Dan karena itu pula Indonesia jadi terlepas dari isu HAM.

Tapi kenapa beliu dilengserkan?

Nah, kacamata orang militer ngelihatnya dengan hal yang lain. Mereka melihat, dengan lepasnya Timor Timur kita seakan negera yang terlalu lemah melepaskan suatu daerah tertentu. Hal ini tentu mengakibatkan pandangan bahwa “militer” kita terlalu lemah.

Beberapa spekulasi mulai muncul, dan akhirnya Habiebie dilengserkan.

Gak setiap orang bisa mandang dunia ini dengan kacamata yang beda. Perlu waktu dan ilmu yang cukup. Biasanya di Indonesia, orang ekonomi mandang hal hanya dengan kacamata ekonominya. Orang militer dengan kacamata militer, dll.

Kenapa bisa gitu?

Karena dari kecil kita banyak diajarkan untuk melihat hanya dengan satu kaca mata.

Orang tua mengajarkan mana yang baik dan mana yang jelak. Tanpa si anak tahu alasannya, dan orang tua juga tidak salah, karena mereka juga diajarkan seperti itu dari dulu.

Untuk bisa melihat dengan kacamata yang beda, seseorang harus punya wawasan yg luas dan pikiran yang terbuka. Lihat dengan gambar di bwah, tapi lihat dengan dua kacamata. Akan tampak bahwa gambar dibawah adalah wanita muda atau wanita muda.

Orang yang melihat gambar dengan satu kacamata, biasanya 98% melihatnya wanita muda saja.

Old lady or young ladiy?

Old lady or young ladiy?

Masalah Lagi dengan Hosting Provider

Kayaknya emang gak ada deh yang sebaik Hostgator dulu. Sebelum dibeli sama EIG gue beneran puas sama Hostgator, Semuanya pokonya perfect.

Gak heran jika banyak temen yang ngerekomendasiin Hostgator.

Tapi, paska dibeli EIG kelakuannya mulai aneh. CPU usage yang kadang tinggi dan proses yang running jadi gede. Padahal sebelum-sebelumnya gak gitu. Kalau visitornya masih sedikit (< 1000/per hari) mungkin gak bakalan berasa. Tapi kalo udah naik dikit mulai berasa. Nah akhirnya pindah deh ke Hawkhost, tp masalahnya CPU usage yang aneh juga. Kadang-kadang 33% bahkan sampe 100%. Gue sempet puas banget sama site5, tapi gue pikir2 lagi karena harganya yang gak normal. Adakah shared hosting yang bener2 bagus non EIG yang harganya dibawah $10 per bulan?